Bagi yang belum memahami arti dari istilah Mitigasi, sedikit penjabaran dari apa yang saya ketahui, bahwa mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko terjadinya bencana di muka bumi, baik melalui pembangunan fisik maupun sosialisasi guna meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencana.

Karena aku seorang perempuan yang gemar jalan-jalan jadi aku ingin menyampaikan bagaiamana caraku untuk bisa menjadi seorang traveller yang juga menjadi bagian dari #MudaMudiBumi yang gemar mitigasi #UntukmuBumiku.

Siapa yang tak senang dengan jalan-jalan? kayaknya hampir semua orang senang dan bahagia saat alan-jalan, bahkan sebagian menjadikannya hobby yang selalu di agendakan disetiap kesempatan. Apalagi beberapa tahun terakhir sebelum masa pandemi ini, travelling atau jalan-jalan menjadi salah satu kegiatan yang lagi booming banget di masyarakat terutama anak muda.

Travelling sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Aku termasuk salah satu dari jutaan orang didunia yang doyan travelling. Kepala pusing karena selalu dikejar deadline pekerjaan kantor, mata pedih karena setiap hari menatap monitor komputer kantor, badan terasa pegal semua karena terlalu banyak duduk, semua keluhan itu mendadak lenyap seketika saat raga ini dibawa keliling explore tempat baru.

Dari beberapa tempat yang pernah aku kunjungi, setiap lokasi wisata memiliki keindahan masing-masing yang menjadi daya tarik tersendiri dan pasti menjadi kenangan bagi setiap pengunjungnya. Namun dibalik keindahan dan daya tariknya, ternyata dengan dijadikannya tempat tersebut sebagai objek wisata menimbulkan dampak yang tidak selalu baik, sebut saja sampah. Iya, sampah menjadi pemandangan yang sering aku jumpai di beberapa tempat wisata, tak jarang juga aku menyaksikan dengan mata kepala sendiri beberapa wisatawan membuang sampah di jalanan, padahal sudah disediakan tempat sampah dibeberapa titik lokasi.

Melihat pemandangan sampah yang berserakan dijalanan terutama sedih pastinya, apalagi di negara sendiri, tapi tidak banyak yang bisa aku perbuat, karena aku bukan typikal orang yang bisa menegur orang laim di depan umum, terlebih orang yang tidak aku kenal dengan baik. Hal yang bisa aku lakukan salah satunya mungkin hanya bisa memungut sampah yang aku temui berserakan dijalan, sebisanya aku memungut sampah tersebut dengan kantong plastik yang selalu tersedia di kantong tas ranselku lalu membuangnya ditempat sampah terdekat. Hal sederhana ini aku lakukan bukan untuk dipuji tapi aku merasa bahwa ini saatnya kita sebagai #MudaMudiBumi melakukan aksi #TimeForActionIndonesia demi #UntukmuBumiku.

Apakah apa yang aku lakukan tersebut dapat menyelesaikan semua permasalahan mengenai sampah di Indonesia? jawabnya tentu tidak, karena jumlah orang dengan kesadara membuang sampah pada tempatnya, keadaan sampah yang berserakan dijalanan, dan petugas kebersihan ataupun sukarelawan yang dengan senang hati membantu memungut sampah dijalanan untuk dibuang pada tempatnya sangatlah tidak seimbang dengan permasalahan sampah yang ada di Indonesia khususnya.

Kondisi sampah yang belum seluruhnya dapat ditangani dengan baik saat ini, bukan saja menjadi polusi visual yang merusak pandangan mata atapun menimbulkan bau tak sedap yang menggangu penciuman kita, tapi yang lebih meresahkan dari dampak buruk sampah yang tidak ditangani dengan baik ini adalah munculnya bencana alam akibat sampah seperti banjir juga perubahan iklim akibat pemanasan global akibat pembakaran sampah juga menjadi sesuatu yang tak dapat dihindari jika sampah tidak ditangani dengan baik.

Dampak buruk dari penumpukan sampah yang belum di kelola dengan baik, yang paling sangat kita rasakan saat ini adalah perubahan iklim. Bumi semakin hari semakin terasapanas tidak sesejuk dulu. Bahkan di tempat yang dingin seperti puncak Bogor dan kota kelahranku Malang, yang dulunya terkenal sebagai daerah dengan hawa yang dingin dan sejuk, sekarang sudah tak sedingin dulu.

Tindakan sederhana lainnya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah adalah dengan membawa alat makan sendiri berbahan stainless yang bisa dipakai lalu dibersihkan untuk dipakai kembali saat travelling, karena dengan begitu setidaknya kita mengurangi sampah alat makan plastik yang sering kita jumpai digunakan oleh para penjaja kuliner di lokasi wisata.

Aku suka jelajah alam, aku suka naik gunung dan aku suka travelling karena aku suka menikmati segala keindahan yang ada di bumi ini, dan aku berharap semoga sampah tidak merusak keindahan bumiku. Apapun akan aku usahkan #UntukmuBumiku karena menjagamu membuatku merasa aman dan senang. Aku bersumpah bahwa aku akan selalu membuang sampah pada tempatnya! meskipun disekelilingku tak semuanya berbuat hal yang sama. Aku bersumpah aku akan mengurangi penggunaan plastik di kehidupanku! meskipun itu membuat salah satu kemudahan dalam hidupku berkurang.

Mari bersama-sama upayakan mitigasi disegala bidang dari hal sederhana yang kita bisa. Karena mitigasi harus di upayakan sejak dini, dari dalam diri demi bumi yang lestari.